Setiap manusia terlahir dengan potensi yang berbeda. Namun, satu hal yang sama adalah nilai diri tidak datang dengan sendirinya. Nilai tersebut dibangun melalui perjuangan, keputusan hidup, dan tanggung jawab pribadi.
Nilai diri tidak datang secara instan, tetapi dibentuk melalui proses kehidupan. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun karakter dan masa depannya. Masa lalu menjadi pelajaran, sedangkan masa depan ditentukan oleh usaha hari ini.
Setiap dari kita, baik laki-laki maupun perempuan, terlahir dengan potensi yang luar biasa. Namun, nilai diri tidak datang begitu saja. Ia dibentuk melalui proses, usaha, dan pilihan hidup.
Bagi laki-laki, kehidupan sering mengajarkan bahwa harga diri dibangun melalui perjuangan: kerja keras, ketekunan, tanggung jawab dan konsistensi dalam meraih masa depan. Artinya, masa depan laki-laki sangat ditentukan oleh apa yang ia lakukan hari ini.
Sementara itu, bagi perempuan, kehidupan mengajarkan pentingnya menjaga martabat dan kualitas diri: melalui sikap, prinsip, integritas, serta keputusan yang bijak. Bukan berarti perempuan tidak perlu berjuang, tetapi perjuangannya juga mencakup menjaga nilai-nilai yang membentuk karakter dan kehormatannya.
Namun pada hakikatnya "Masa lalu tidak menentukan masa depan, setiap orang berhak memperbaiki diri dan nilai sejati lahir dari akhlak, prestasi, dan kontribusi.
Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama harus bertumbuh, harus berproses dan juga harus bertanggung jawab atas hidupnya. Karena masa depan tidak menunggu orang yang menyerah dan berhenti berusaha, tetapi masa depan menghargai mereka yang terus berjuang.
Baik laki-laki maupun perempuan memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun karakter, memperjuangkan pendidikan dan membawa manfaat bagi orang lain. Hidup adalah proses panjang membangun diri. Ada yang membangun melalui kerja keras, ada yang menjaga melalui prinsip hidup.
Tenang, tujuan kita sama "menjadi pribadi yang bermartabat, bermanfaat dan berdaya." Karena pada akhirnya manusia tidak menilai kita dari jenis kelamin, tetapi dari adab dan dampak positif yang kita berikan.
Tenang, tujuan kita sama "menjadi pribadi yang bermartabat, bermanfaat dan berdaya." Karena pada akhirnya manusia tidak menilai kita dari jenis kelamin, tetapi dari adab dan dampak positif yang kita berikan.
Selamat berjuang untuk kita semua yang memiliki mimpi.
Tanjung Leban, 21 Januari 2026
Sincerely,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar