Minggu, 18 Januari 2026

Berdamai dengan Diri Sendiri


 “Berdamai dengan diri sendiri” berarti menerima siapa diri kita sebenarnya. Baik kelebihan maupun kekurangan tanpa menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. Ini adalah proses pendewasaan mental dan emosional.


1. Menerima

Dalam perjalanan hidup, kita sering melakukan kesalahan atau mengambil keputusan yang kurang tepat.
Namun, kesalahan itu bukan kegagalan, melainkan pelajaran.

Poin pentingnya:

  1. Salah jalan itu wajar;

  2. Dari kesalahan kita belajar; dan,

  3. Kesalahan membantu kita jadi lebih dewasa.

Contoh sederhana:
Mahasiswa pernah gagal ujian → bukan berarti bodoh, tapi jadi tahu bagian mana yang harus diperbaiki.


2. Menghargai Diri Sendiri

Ketika kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan diri, kita akan lebih mudah menghargai diri sendiri.

Poin Pentingya:

  1. Tidak membandingkan diri dengan orang lain;

  2. Mengakui usaha yang sudah kita lakukan; dan,

  3. Bangga pada proses, bukan hanya hasil.

Contoh:
Walau IPK tidak sempurna, tapi sudah berusaha maksimal → itu patut dihargai.


3. Mengagumi Diri Sendiri

Mengagumi diri bukan berarti sombong, tapi bersyukur atas apa yang kita miliki.

Poin pentingnya:

  1. Menyadari potensi diri;

  2. Bersyukur atas kemampuan yang ada; dan,

  3. Percaya diri secara sehat.

Contoh:
“Saya mungkin tidak jago berbicara, tapi saya teliti dan rajin.”
→ Itu bentuk mengagumi diri sendiri.


Berdamai dengan diri sendiri itu?

  1. Menerima masa lalu;

  2. Menghargai proses diri; dan,

  3. Mensyukuri potensi yang dimiliki.

Jika kita bisa melakukan ini maka: Mental kita akan jauh lebih kuat. Tidak mudah minder. Lebih siap menghadapi tantangan akademik dan hidup.

So, berdamailah dengan diri sendiri untuk hidup lebih bermakna.


STIA Lancang Kuning, 18 Januari 2026

Sincerely,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cover dan Kata Pengantar STIA